Potensi Gas dan Batu Bara KALSEL February 28, 2008
Posted by egastanjlig in Uncategorized.trackback
Empat kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel), memiliki potensi gas metan batu bara (GMB) yang cukup besar. Informasi yang dihimpun, Senin, dari hasil penelitian yang dilakukan dinas pertambangan Kalsel, keempat daerah yang memiliki potensi GMB yaitu, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Banjar, Tapin dan Hulu Sungai Selatan (HSS).
Wakil Kepala Dinas Pertambangan Kalsel,Haryo Darma mengungkapkan, potensi terjadinya akumulasi GMB di empat kabupaten itu cukup besar karena, kandungan gas di masing-masing daerah berada di kedalaman lebih dari 500 meter.
“Di empat kabupaten terdapat kandungan batu bara yang cukup besar, hanya saja berada pada kedalaman lebih dari 500 meter, sehingga kemungkinan terjadinya akumulasi gas juga sangat besar,” katanya. Besarnya kandungan gas di daerah itu membuat warga di keempat daerah harus hati-hati melakukan pengeboran, karena potensi munculnya lumpur bercampur gas seperti di Desa Berambai Kabupaten Tala, juga cukup besar.
“Makanya ada aturan tentang pengeboran di empat daerah yang memiliki GMB tersebut, yaitu bagi warga yang mengebor dengan kedalaman lebih dari 100 meter harus mendapatkan izin dari pertambangan,” tambahnya. Peraturan tersebut tambahnya, untuk menghindari munculnya letupan-letupan gas yang bercampur gas seperti yang terjadi di Desa Berambai yang sempat menggemparkan warga.
Sayangnya, hingga saat ini dinas pertambangan belum mampu mendeteksi besarnya kandungan GMB yang berada di keempat daerah tersebut. “Untuk mengetahui besarnya kandungan GMB harus ada penelitian dengan peralatan khusus dan tehnik-tehnik canggih, fasilitas-fasilitas tersebut yang belum ada di Kalsel,” tambahya. Sementara itu, di daerah-daerah tambang lainnya yaitu di Kabupaten Kotabaru, Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu) maupun Tabalong dan beberapa daerah lainnya, untuk sementara tidak ditemukan kandungan GMB.
Kendati kandungan batu bara di daerah-daerah tersebut cukup besar, namun posisi batu baranya berada pada permukaan daratan, sehingga tidak mungkin terjadi akumulasi GMB. “Banyak potensi sumber daya alam di Kalsel yang belum tergarap, hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun pusat,” demikian Haryo Darma. (*/rsd)



Comments»
No comments yet — be the first.